Sunday, March 11, 2007



Lelah ku berjalan menelusuri hari

Menunggu sesuatu 'tuk melupakanmu

Wajah-wajah telah datang dan telah pergi

Tetap kusendiri dan merindukanmu


Kuingin mengerti

Mengapa rasa itu bisa terhenti


Yang aku tunggu masih kucari

Yang aku tunggu 'tuk hilangkan rasa sunyi

Yang aku tunggu datangnya hari

Ku kan menunggu saatnya jatuh cinta lagi


Kulihat wajahmu di bayang embun pagi

Ku dengar suaramu di hembusan pagi


Mungkinkah kembali hati yang telah pergi

Mekarkah kembali bunga yang telah layu


Kan kucoba mengerti

Bahwa rasa itu bisa berganti


Akan ku tunggu masih percaya

Aku menunggu rasa itu pastikan tiba

Tetap ku tunggu takkan berhenti

Ku kan menunggu saatnya jatuh cinta lagi


Jangan lepas lagi jangan hilang

Nanti akan tiba

Nanti pasti datang

Ku kan menunggu, ku kan menunggu

Dirimu engkaulah seorang yang aku tunggu

Engkaulah seorang yang aku tunggu...

Yang Kutunggu - Anggun



Dalam masa kejombloan ini ada saat menolak dan ditolak.
Ada yg menarik dan ada yg mengulur.
Gue pernah berada saat 'ditolak'
Dan gue juga pernah berada di saat 'menolak'
Rasanya sama-sama sakit biarpun lebih sakit ditolak pastinya.


Di saat gue kedatangan orang yg bener2 cocok sama gue, perasaan gue malah nggak bisa tumbuh. Flat. Nggak ada 'serr' nya. Akhirnya kedekatan ini harus berakhir. Di saat seperti ini, biasanya gue kembali mengingat mantan gue yg satu itu. Biarpun bayangannya samar oleh kebencian. Pernah juga kalimat spontan keluar "Kalo nggak kirimin duit, Morin mau kawin aja nih sama si ------"


Diam setelah itu.

Otak-ku berputar..

Hatiku bergejolak.

Orang yg paling gw benci.


Ya, itu bukan sekedar tameng atau ancaman.. itu suatu keinginan terpendam. Bahkan sering gw hampir mengambil keputusan untuk balik sama dia dan... jalanin semua sama dia, lalu meninggalkan smua yg gue miliki, cuman untuk meraih kebahagiaan sperti yg pernah gue rasain.


No comments: