Thursday, November 16, 2006

Pacarku Gila

Sungguh menyedihkan kalo kita mendapat akibat dari tidak mengindahkan perasaan dan logika kita sendiri. Penyesalan tiada akhir. Seperti palu yang memukul-mukul dada. Sampai terbawa mimpi.

Mimpi pertama:
Aku dijebak oleh pacarku. Akhirnya aku ditangkep polisi dengan tuduhan telah menyakiti hatinya. Damn!

Mimpi kedua:
Aku berada di sebuah kos2an yg memiliki taman yg besar.Tiba-tiba aku melihat pacarku sedang ML dengan sahabatku. Bangsat!

Aku gak tau kenapa bisa mimpi kaya gitu. Yang aku tau aku sangat stres punya pacar yang sedikit2 bilang aku nyakitin dia. Dia selalu membuatku merasa bersalah. Apakah aku benar2 salah?
Apakah aku benar2 bodoh?
Apakah aku tidak bisa bersyukur telah diberi pacar sebaik itu?

Aku bersyukur. Aku seneng baikan lagi. Tapi dalam logika-ku telah tertanam bahwa "Pacarku gila". Tapi sekali lagi, aku tidak mengindahkan pikiranku. Aku terbuai wajah gantengnya, penis bagusnya, badan sexy-nya, dan akupun terbuai perkataan teman2ku bahwa pacarku orang yang baik.

Mereka nggak tau perasaanku. Mereka gak menjalani seperti aku menjalani. Mereka nggak ngerti trauma dan sakitku. Jadi, apa gunanya minta pendapat orang lain? Dalam hal ini aku mendapat pelajaran: Tidak usah curhat sama org yg salah.

Aku gak minta dibela. Aku hanya ingin punya pandangan, tapi sekalilagi, karena kebodohan otakku, aku nggak mengambil pandangan itu sebagai solusi, tetapi terbawa perkataan mereka, bahwa pacarku orang yg baik & sayang sama aku. Fuck!

Setelah kejadian kaya gini, baru aku sadar. Bahwa feelingku selalu yang paling benar. Hati nurani dan logika mendalamku gak pernah salah. Pacarku memang gila. Sakit jiwa. Gangguan Jiwa.

Aku cuman bisa berdoa sama Tuhan supaya dilindungi dari segala anceman2 mantan pacarku ini. Aku gak mau kejadian Putra terulang lagi. Tapi plis deh.. Gue?! Mantannya orang gila?! Ow maaan!!!

2 comments:

Anonymous said...

kan lo seleranya orang gila... huehehehe...

Youth Die said...

to : atas

hehehe... dia gila juga ga sih?

nah lo!