Bel tanda usai sekolah berbunyi "teeeeeeet teeeeet teeeeeeet"
Aku, siswa kelas 1 SMUK St. Jose Denpasar, berjalan dengan tergesa-gesa menuju SD St. Jose tempat adikku bersekolah. Kami biasa dijemput supir atau orang tua kami disitu.
Aku berjalan tertunduk. Aku termasuk anak kuper di sekolah. Aku hanya bergaul dengan murid-murid pendatang dari Jakarta yang jumlahnya hanya segelintir di sekolah swasta terbaik di Denpasar ini.
Dengan menggunakan kacamata yang selalu senada dengan kaus kaki dan tasku, aku berjalan dan malas bertegur sapa dengan anak-anak sekolahku. Hal yang paling kubenci adalah melewati tempat tongkrongan anak-anak di depan lapangan basket.
"Syeeeelaaaa.."
"Uuuuh.. males banget.." Aku menoleh sebentar untuk senyum basa basi ke pemilik suara tersebut. Mario. Bule kampung yang kubenci karena gayanya yang kampungan dan tengil. Rambutnya pirang, selalu menggunakan kacamata hitam, dan kancing baju yang terbuka setengah.
Begitu seterusnya selama tiga tahun aku bersekolah di St. Jose.
Tahun ini adalah tahun ke empat setelah aku lulus SMU. Skripsiku hampir selesai. Stress, aku berlibur ke Bali. Bertemu teman-temanku membuatku senang sekali. Kita biasa nongkrong di Cirkle K depan pantai Kuta. Aku suka minum Bir Bintang disana, aku biasa meminum 7-8 botol.
Tanganku meraih botol ke 2 dari dalam kulkas Cirkle K, tiba-tiba "Syela..."
Badanku berbalik. Cowok.. Ganteng amat?!
"Mario?!"
Wednesday, October 18, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment