Thursday, October 12, 2006

Kecewa

Apa yang kamu rasain ketika orang yang kamu cinta ternyata tidak mencintaimu.
Apa yang terjadi ketika orang yang kamu sayang tidak mengharapkanmu kembali.
Dan apa yang kamu rasakan ketika orang yang kamu rindu ternyata tidak menganggapmu ada..


Pemandangan terindah bulan September lalu ialah ketika saya mulai melihat daratan dari ketinggian sekitar mungkin beberapa ribu kaki diatas pulau Bali, pemandangan itu berupa tulisan besar "BANDARA NGURAH RAI BALI".
Langsung terbayang papi saya keluar rumah untuk mengangkat koper saya, memeluk saya, membelai kepala saya. Terbayang adik saya turun dari kamarnya di lantai dua dan berkata "Bawa apa looo????" Saya juga rindu ibu saya. Tapi saya tidak membayangkannya. Saya cuman terlalu kangen sama papi.


Senangnya berada di rumah lagi. Duduk di meja makan kaca bulet. mengangkat sebelah kaki dan memakan apa saja di atas meja makan itu. Mendengar adik saya menceritakan teman sekolahnya, Si papi yang selalu manggut-manggut mendengar cerita saya dengan suara yang keras, dan mami yang antusias menanyakan kabar Wira. Untuk soal itu saya gak bisa jawab. Akhirnya saya ngarang cerita tentang Wira. Saya bilang dia sangat memperhatikan saya, sangat sayang sama saya, dan saya bilang dia kangen sama saya. Saya bohong.

Malam pertama di Bali setelah kumpul keluarga di meja makan bulet saya naik ke kamar mami untuk melihat barang-barang apa saja yang dia bawa dari Paris n Belanda untuk saya. Ada parfum, baju, rok, tas, foundation, alat2 make up, kalung, anting, body butter dan lain sebagainya. Lalu saya bertanya "Papi dibawain apa?" jawaban mami berikut ini membuat saya pengen nangis "Ya nggak dibawain apa2! Ngapain bawain papi?!" Namun setelah mendengar itu saya tidak nangis melainkan meledak.

Saya mendengar pertengkaran sengit di kamar sebelah sesaat setelah saya meninggalkan mereka. Mendengar itu adik saya memakai sweaternya lalu keluar kamar, setelah itu terdengar suara motor distarter. Saya sendirian di kamar. Menangis. Merasa kebahagiaan saya cuman sebentar.

Saya menelpon Wira beberapa kali. Hanya untuk mendengar suaranya agar saya tidak sedih. Ternyata tidak diangkat. beberapa buah sms saya juga tidak dibalas. Mungkin dia lagi sibuk.

Ini malam kedua. Saya menelpon Wira tidak juga diangkat. Sama seperti malam kemarin. Sms sayapun tidak ada yang dibalas. Saya mulai bertanya-tanya. Eh, si Melissa sms "Xela, lo di Bali? Gw lagi main bilyard, tadi ketemu Wira". Saya mulai emosi.
Akhirnya telp saya berdering juga 3 jam setelah sms Melissa tersebut. Dari WIra. Dia bilang dia ngantuk besok pagi dia akan telp saya.


Hari ketiga Wira tidak menepati janjinya untuk menelpon saya.

Hari keempat malam dia menelpon saya. Saat saya bertanya kenapa tidak menelpon saya lalu dia menjawab "Kamu kan udah lagi sama keluarga. Bukan urusan aku lagi donk!" mendengar itu hati saya seperti teriris pisau tajam bercampur air laut. Sakiit sekali.

Hari-hari berikutnya saya tidak pernah menghubunginya sama sekali. Saya sakit hati. Saya mengambil keputusan untuk berhenti menyayanginya. Dan dia mulai menelpon saya satu minggu berikutnya. Telpnya selalu saya jawab dengan bentakan dan makian. Dia itu binatang. Wira itu sampah. Anjing piaraan aja masih bisa manis. Tapi WIra.. Wira itu iblis.

Inilah yang saya rasakan ketika saya tau bahwa pacar saya tidak pernah mencintai saya. Dia hanya memberikan materi. Dia hanya terbuai dengan kebaikan dan kasih sayang saya yang tulus. Inilah yang saya rasakan ketika pacar saya ternyata tidak merindukan kehadiran saya di sisinya. Sangat sakit.

No comments: