Sunday, August 20, 2006

Konsentrasi

Di lantai 6 sebuah flat di pusat kota Jakarta, pukul 11.38 malam. Mulai menutup mata, mengatur nafas, mencoba berkonsetrasi pada suara-suara di luar sana.

Mesin kendaraan bermotor, dari yang menstater hingga "ngoooeng!" ngebut melintasi jalanan yang mulai sepi itu.

Ditutupnya pintu rumah "ngiiik.. brak". Sepertinya dari rumah sebelah, atau mungkin rumah bawah. Emang kedengeran?

Otot mataku mulai pegal, karena berputar2 di dalam kelopak mata yang tertutup rapat.

Suara air dari pompa aquarium.. sesekali si arwana kesayangan pacarku meloncat. Sukur! Kelaperan kan lo?! gue aja kelaperan! mana sih Wira lama banget perginya..

"Ting ting ting.." Penjual skoteng lewat tuh di bawah.. Andai aku punya keranjang bertali 6 lantai..
Lapaaar.......

"Kriuk kruuuuk.. kuk.." apa tuh? Oh.. perutku. Mudah2an maag-ku gak kumat. Udah 3 hari aku telat makan.

Mencoba berknsentrasi kembali...
Mulai memilah-milah.. mana suara yang dekat, mana yang jauh..
Ok, aku dapat!

Suara dua orang mengobrol dengan logat jawa. Sepertinya satpam.

Hening.. mulai bisa berkonsentrasi dengan satu satu lorong tujuan..

Jauh

Suara kicau burung...
Dua burung..

Buka mata

Hah?! Burung?!
Di Jakarta malem-malem ada burung?!

Konsetrasi lagi.

Kicau burung.
Dimana itu?
Ok aku tau dimana.
Hm.. sorry.. kayanya pemilik rumah itu akan kehilangan anggota keluarganya deh..

1 comment:

Youth Die said...

trus apa nasib burungnya? :)