Semua cuman berawal dari sebuah siang, dimana seperti tiba2 ada petir menyambar di lantai 3 sebuah gedung perkantoran daerah Jakarta Pusat. Gila. 2 Pasang mata bertatapan, lalu membuang muka, lalu bertatapan lagi. 2 pasang langkah kaki terhenti sejenak, berjalan, dan terhenti. 2 mulut beradu bahasa sapa. Kemudian 2 senyum tersungging halus. Halus tanda keterkejutan, rindu, penasaran, terkesima, smua bercampur aduk. Bodohnya.
6 menit kemudian 2 pasang manusia bodoh itu duduk berhadapan. Sangat terlihat bodoh, memegang benda mati yang dpt digetarkan, tertunduk, tak punya daya konsentrasi tinggi. otak serasa kaku tak bergerak. sekujur tubuhpun terasa linu.
"How's life?"
"Good"
"How's your relationship?"
"So far so good."
"What? so far so good? Then why are you here with me??!"
Gelak canda tawa yang tadinya berlenggang di udara cuman jadi masa lalu. Senyum manis yang tadinya tersungging cuman hanya bagaikan iklan berjalan. Selesai. Ingin segera melangkahkan kaki kembali ke asal. Berharap hari2 ini tak pernah terjadi.
Semua itu bagaikan bibit tanaman yang pernah ditorehkan pada tanah gembur, dipakasa ditebang, ditebang, dan ditebang terus,, namun sesekali si petani lupa menebangnya, dan datanglah hujan, sehingga tanaman itu terus tumbuh,, dan akan lebih sulit untuk menebangnya kembali, ketika ia tumbuh lebih besar.
Wednesday, February 11, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment