Tau ga sih isu menikah beda agama hampir sama kontroversialnya dengan cerita-cerita tentang TKI ? Hampir semua media mengabarkan nasib sial para TKI yang diperkosa, digebugin, di bunuh, disiksa oleh majikannya. Begitu juga cerita tentang pernikahan beda agama. Akhirnyapun akan bercerai juga.
Pertanyaannya: Apakah semua itu benar? kemungkinan benar, tapi tidak sedikit juga yang bernasib baik. Berapa persen nasib baik dalam hal itu? Mungkin emang bener, yang ditampilkan di masyarakat hanya yang jelek2 aja. Banyak juga kok yang berhasil, sampe ajal masih gak cere... kaya kakek neneknya temen saya, keluarganya hidup rukun sampe cucu dan cicit dengan budaya Lebaran & Natalan. Gak ada yang cacat dan salah dari mereka kan?
Yang jelek2 itu.. faktor kenapa rumah tangga mereka gak berhasil, salah satunya karena kemungkinan tidak dapat restu orang tua. Pertanyaan saya selaku subjek calon menikah beda agama: kenapa orang tua begitu tega membiarkan anaknya merasa bahagia? apakah karena dia berjaga2 supaya anaknya bahagia pada kemudian hari? tidak tahukah dia, bahwa dia salah satu faktor ketidakbahagiaan anaknya di kemudian hari?
Terlepas dari penilaian mengenai ketidakdopanan anak terhadap budi baik orang tua, saya sudah menjadi individu mandiri, pribadi yg berbeda meski tidak dielakkan raga ini berasal dari orang tua saya. saya akan mengambil jalan hidup saya sendiri, saya akan hidup dengan pilihan sendiri. saya berharap sedikit dispensasi untuk direstui dan membiarkan saya bahagia.
Monday, January 12, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment