Saturday, May 03, 2008

Rumah

Dua tiga puluh pagi. Aku berada disini. Sebuah rumah. Rumah yang bisa dalam arti sesungguhnya. Sudah lama aku kangen rumah. Tapi aku ga bisa kembali. Rumah tidak sehangat dulu lagi. Rumah tidak sedamai dulu. Apakah semua rumah seperi itu? Anak2 beranjak dewasa, sibuk dengan kegiatannya masing2. Orang tua sudah mulai bosan satu sama lain. Berusaha mencari kesenangan diluar dan atau berusaha mencari apa yang sesungguhnya telah hilang.

Apa yang mereka pikirkan saat mereka pacaran dulu. Apakah perasaannya sama seperti aku? Jatuh cinta. Apa yang akan aku lakukan saat seumur mereka? Apakah aku akan lupa aku pernah jatuh cinta? Apakah seiring berjalannya waktu cinta bisa terkikis?

Di luar dingin. Ada suara jangkrik di keheningan. Suara AC. Suara detik jam berjalan. tik.. tik.. tik.. krik.. krik.. krik.. Damai sekali. Aku bahkan ga bisa mengingat kapan terakhir kali aku merasakan ini. Sudah lama sekali. Aku sakit. Kesepian. Mencari rumah lain yang mau menerimaku. Mungkin aku harus bikin rumah sendiri. Tapi gak, aku takut. Takut rumahku cuman bertahan sebentar... karena cinta terkikis. Takut aku lupa ingatan bahwa aku membuat rumah menggunakan cinta.

No comments: