Long Weekend terkadang jadi momok menakutkan buat aku, seorang 'jomblo'. Pacaran jarak jauh membuat aku merasa aku jomblo tapi gak bisa pacaran. Saat semua teman sibuk dengan pacar mereka masing-masing. Diam-diam aku merasa ketakutan. Ketakutan di dalam jiwa yang kesepian. Aku berharap kantor buka supaya gue bisa beraktivitas. Seketika rasanya segala uang yang aku punya nggak ada harganya lagi. Bukan ini yang aku cari. Aku butuh teman. Ternyata memang "lebih baik jika ada dua manusia, tidak sendiri".
Rabu malam. Aku pulang ke rumah yang sepi. Setelah sekitar 13 jam berada di kantor. Ditemani sebuah laptop. Aku mulai membuka aplikasi games favorit. Sepi. Sendirian.
Kamis malam. Setelah seharian hunting baju bekas di daerah vintage. Aku ikut Nola ke apartmen pacarnya. Menyusul Melissa dengan pacarnya tentu saja. Kita bercanda, cerita... Tapi aku merasa sepi. Aku tetap merasa sendiri. Pandanganku sedih melihat Nola membenamkan kepalanya di dada pacarnya ketika angin mulai berhembus malam itu di pinggir kolam renang. Sedangkan aku.. sepertinya mulai masuk angin. Bangsat. Aku juga tersenyum kecut diam-diam saat Melissa bisik2 ke pacarnya dan tertawa cekikikan. Shit men! Aku sendiri. Aku kesepian.
Beberapa jam kita ngakak2 mengingat masa lalu dan bertukar cerita, datanglah teman pacarnya Melissa, namanya Ading. Hihihihi.... Senasib nih orang sama gue.... Sendirian. Hihihi...
"Emang gak punya pacar apa ya? Ngapain nih long weekend begini sendirian aja" Pikirku menebak-nebak.
Liburan itu diisi dengan kegiatan yang mengasyikan buat kita. Aku punya teman sepenanggungan, dan teman2ku bersama pacar mereka, jalan bareng. Kita mulai curi-curi pandang, memberikan perhatian-perhatian kecil. Sampai pada suatu saat dia memegang tanganku. Seperti dahaga yang disiram air dingin. Ini yang kubutuhkan. Aku membutuhkan kehangatan. Ini yang namanya kehangatan?
Hubungan kami terus berlanjut. Perselingkuhan yang belum muncul buahnya. Tuhan, jangan salahkan kami. Kalau kami tidak ditakdirkan untuk bersama, kenapa benih-benih cinta bisa tumbuh? Dia juga merasakan hal yang sama denganku. Dia juga membutuhkan kehangatan. Haruskah aku makan apa yang ada di depanku? Atau aku harus memanaskan makanan di dalam kulkas?
*Boooo... kok akhirannya jadi makanan???
Thursday, March 27, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
wuahahhahahahaha
yah gpp deh ..
daripada harus beli dulu yang instant di minimarket kan?
dimaklumi laah
*nyengir*
Post a Comment