"Hai teman-teman semua, perkenalkan, ini Charles, calon suami saya.. ihihihi..."Asli gak pernah terbayang di benak dan pikiran dan imajinasi gue akan menikah. Masya awloh. Secara sebelom ini ada peramal banci tukang tarot yang mengatakan tidak akan ada laki2 di hidup gue dalam waktu dekat ini. Haaaa?? Liat sekarang! Apa yang terjadi? Gue sedang merencakan sebuah pernikahan!
Dunia serasa terbalik waktu gue dilamar. Semua hal yang gue kenal tentang diri gue sendiri seakan terbuka lebar. Seperti boneka yang dibungkus kado. Inilah gue. Gue sangat menginginkan seorang suami dan keluarga yang bahagia. Bukan seperti yg selama ini gue bicarakan bahwa "laki2 itu gak penting, gue gak mau kawin, gue gak mau serius, gue mau main2 aja, dll." Gak, gue gak mau itu. Gue mau berkeluarga.
Sebuah pertanyaan telah menyadarkan gue, "Apa tujuan hidup kamu?" Hahhh... tujuan hidup gue? Hm.. tadinya gue berpikir tujuan hidup gue adalah lulus kuliah. Sekarang gue udah diwisuda. Gue udah selesai kuliah, Trus,,,??? Spontan kalimat berikut muncul di permukaan "Aku mau punya keluarga yang bahagia" Seperti slide show di mata gue, muncullah perlakuan bapak gue ke nyokap gue, nyokap gue ke bokap gue, gue ke nyokap gue, adik gue ke bokap gue. Inikah keluarga yang bahagia? Well,,,, gue gak terlalu mau membangun keluarga seperti keluarga gue. Gue mau membuat adat baru di keluarga gue, dimana gue dan suami gue gak usah malu2 untuk mesra di depan anak. Begitupun sesama anak, dan juga anak ke orang tuanya. gue akan membuat semua baru. Tidak seperti keturunan orang tua gue.
Muncul lagi pertanyaan di benak gue. Apakah orang ini yang bisa menjadi partner membangun keluarga yang gue inginkan?Benarkah ini yang dari Tuhan? gue membuang jauh2 pikiran bahwa gue mau punya anak bule. Hahaha... itu gak dewasa. hehehe..
Air mata gue mengalir beberapa menit setelah gue mendengar kalimat ini "I want have a family with u. I want u to be my wife. I want have children with you." Yang ada di pikiran gue saat itu "Haaaaaaaaaah?! Ini orang gila apa ya?? Dia gak salah milih cewe? Kesurupan apa? Well, emang dia nggak tau gue gimana orangnya? Mampus.. Gila... Salah banget ni orang!"
Sejurus kemudian sebiji air mata mengalir di pipi gue "This is what I want! He's the man!" Gue gak pernah seyakin ini saat membangun hubungan serius. Ya nek.. secara yang serius itu kebanyakan beda agama ya nek... ihihiihi ada sih seagama cuman ya gtu, gue dicampakan begitu saja, sialan. Cuman dia yang bisa bikin gue berbunga2 setiap hari. Cuman dia doang yang bisa bikin hati gue terisi penuh, dan jiwa gue seperti shower with love. Dan tentunya cuman dia yang bisa bikin gue membuang jauh pikiran bahwa "long distance relationship will never work" o really? Iya! Ternyata LDR itu ada gunanya kalo kita punya tujuan yang jelas untuk masa depan kita berdua. Thanx God!
Sebuah hubungan ternyata bukan cuman tentang jatuh cinta. Semua perlu dipikirin mateng. Gue yang suddenly grow up ini menghitung pengeluaran dan pemasukan kita berdua untuk pernikahan, untuk rumah, untuk mobil, untuk biaya2 tak terduga. Hell yea... ternyata pernikahan yang gue idamkan itu gak ada.. DImana gue mau dilamar. Semua dia yang atur, pokonya gue tinggal minta baju dan make up dan diamond yang cantik. Gak seperti itu. Ternyata pernikahan adalah Dua jadi 1. Bukan si 1 nemplok ke yg 1. Ya gitu deh.... Tunggu aja undangannya deh ya..
3 comments:
yup, pernikahan terkadang complicated, itu faktanya. tapi tidak semua pernikahan complicated. depend on mindset :)
yang terpenting kesadaran bahwa relationshipnya terus berjalan.
banyak moment indah dalam pernikahan, membesarkan anak, entahlah... banyak moment lain... growing old and getting old...
perspektif yang untuk sebagian orang tidak menarik, tapi dari sudut pandang saya itu adalah hal yang sangat indah.
keberanian sesungguhnya bukan berani menghadapi kematian; mendaki gunung tertinggi atau menyelam dilaut terdalam, tetapi keberanian sesungguhnya adalah berani menghadapi komitment kehidupan :
berani mengambil komitmen dengan pernikahan, berani komitmen untuk memiliki anak, dan tentu saja membesarkan, merawat, dan mendidik.
dan, ya. dalam pernikahan, cinta saja tidak cukup. butuh komitmen yang besar untuk itu.
i'm happy for you, syel!
*eh dah ga di restrict lg commentnya yah ?*
:) :)
alhamdulillah ... hehe...
gue juga menganggapnya menyeramkan tapi pandangan itu mulai bergeser sekarang...
kapan kawinnya? gue diundang dooong...
gue kawin taun depan 090909 di hawaii.. hihihi, amin amin ya robal alamin
Selamat, I'm happy for you
jd inget 2 bulan yg lalu, sewaktu saya nyiapain pernikahan saya.
pernikahan itu ternyata seperti layaknya kita mengarungi laut, makanya mungkin itu dia kenapa disebutnya bahtera rumah tangga. dari jauh terlihat indah, pada saat kita mengarungi menggunakan kapal ad yang merasa menyenangkan, ada juga yang mabok laut, belum lagi surprise2 yang bakl kita temui nanti,
bisa ombak, bisa hiu, bisa, badai, bisa gelombang, bisa juga ikan-ikan laut langka yang indah.
tapi percayalah, orang yang kuat adalah orang-orang yang berhasil melewati segala ketakutan dan rintangan tentang PERNIKAHAN.
semoga sukses pernikahannya, doa saya untuk kalian.
Post a Comment