Dua minggu lalu tepatnya hari Sabtu, 30 September 2007, saya memutuskan untuk menguruskan badan. Waktu itu berat badan saya 55 kg. Langkah pertama yang saya ambil adalah saya mulai dengan detox. Detox gunanya untuk membersihkan usus dari sisa2 makanan yang menempel selama 23 tahun saya hidup. Cara detox adalah saya tidak diperbolehkan makan apa-apa kecuali cairan detox dan air putih, selama 3 hari berturut-turut. Tentunya.... sangat berat buat saya si tukang makan babi ini. Setelah 3 hari saya boleh makan buah dan sayur2an. Tapi saya bandel, saya makan daging juga. Abis laper booo! Selain itu saya juga tidak minum minuman apapun selain air putih dan si cairan ijo kentel ingus yg rasanya kaya Cerelac itu. Selama seminggu saya menahan napsu birahi makanan berminyak, pedas, dan gula. Sampailah di hari ke tujuh. Saya nimbang berat badan. Syukurlah turun 5 kg. Waktu itu berat badan saya 50 kg. Saya akan meneruskan diet saya sampai 46 kg. 3 Jam sebelom blog ini diketik, berat saya 49. Puji Tuhan. Sambil olah raga mengencangkan otot.
Kenapa saya tiba2 memutuskan untuk menurunkan berat badan secara tadinya saya paling gak peduli sama badan?
Karena:
1. Saya harus menghargai diri saya sendiri. Biarpun kalo dijejerin sama celeb, saya termasuk biasa bangettt, tapi paling nggak saya menganggap diri saya cantik. Kalau saya tidak bisa maintain diri saya sendiri, sayang kan? Toh kita harus menjaga diri sendiri luar dalem kan?
2. Saya mau sehat. Memulai gaya hidup sehat. Menjaga kesehatan yang Tuhan kasih ke saya. Olah raga seminggu 2-3 kali selama 1- 1,5 jam. Mengurangi makanan berlemak dan koresterol tinggi. Untuk menjaga supaya saya tetap sehat di umur2 mendatang. eheheh.....
3. Bagaimana saya bisa dapat cowo ideal kalau fisik saya tidak ideal? Ya saya tau orang akan bilang "jangan diliat dari fisik" thats a big bullshit (bullshit part 1)! How come lo gak liat fisik?? Fisik is important! Kalo sekarang saya liat cowo, gendut, item, jelek, biarpun duitnya banyak n orangnya baik... it will takes long time to know each other kan? Gimana cara lo jualan kalo kemasan lo jelek? Kan u r not a book yang dont judge a book by its cover kan?
Ada banyak hal yang gue dapet dari diri gue sendiri selama gue menjomblo satu tahun ini. Antara lain ngenali diri sendiri. Apa yang saya mau, apa yang saya gak suka, apa yang seharusnya saya lakukan, hal seperti apa yang cocok untuk saya. Ketika saya punya pacar, saya sering tidak "sayang2" pacar saya. Nanti kalo saya punya pacar, saya pasti akan maintain dia supaya dia nggak ilang, karena saya sudah merasakan gak punya pacar itu sepi kadang2. Apa? ada temen2? Thats bullshit (bullshit part 2). Statement itu hanya untuk orang yang menutupi kesepian mereka. To be honest... saya pengen banget punya pacar. Tapi belum ada satupun manusia yang mampu membuka hati saya. Semuanya masih di bawah rata2. Setelah saya pikir2, apakah "rata2" itu sepadan dengan "rata2" saya? ternyata tidak. saya pun masih di bawah rata2. So... this is the time to make my self jadi di atas rata2 itu. Seperti kayu glondongan yang mau dijual jadi kursi ukiran yang bagus.. Sebelom dijual dia harus dipahat dan di ukir. Sekaranglah waktunya saya di pahat dan diukir, untuk nanti dijual ke orang yang layak memiliki perempuan seperti saya.
Wednesday, October 10, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
yang jualan... yg jualan...
tapi tetep waspada ya ama pembeli2... pembeli sekarang suka icip2 doang :P
Post a Comment