Thursday, May 31, 2007

17.24 pm

Beberapa detik setelah aku mengucapkan kalimat itu, air mata terbendung di pelupuk mata. Aku bergetar. Kok bisa-bisanya aku mengatakan itu dengan ringan. Apakah aku siap? Aku membiarkan orang yang kusayang untuk berhubungan dengan perempuan lain. Dan aku bersedia untuk tidak dikenal lagi. Menyimpan memori manis dan mengenangnya seorang diri. Inikah yang namanya cinta? Membiarkan dia bahagia dengan orang lain. Mungkin cinta adalah pengorbanan dan perasaan mengalah. Membiarkan semua tersimpan rapih begitu saja di dalam lubuk hati yang paling dalam. Hatikupun miris saat mendengar protes darinya. Kita benar-benar tidak bisa bersatu lagi. Tidak akan pernah ada jalan kesana. Tolong, lupakan saja aku.

No comments: