Monday, April 09, 2007

Setelah Hayle disakiti berkali-kali dengan banyak lelaki, Hayle menyadari bahwa dirinya bukan wanita yang pintar di hadapan para lelaki, karena dia berkali-kali dibohongi dan dikerjai dan ditiduri. Hayle merasa bahwa semua lelaki hanya menginginkan tubuhnya. Hayle merasa tak ada satupun lelaki yang mau mencintainya dengan tulus tanpa hubungan intim.
Setelah peristiwa kebodohannya dengan Ruben. Hayle tak lagi mau terjebak. Kali ini Hayle-lah yang menikmati lelaki-lelaki itu. Perjalanan balas dendam Hayle diawali dengan di'hajar'nya Ben van Kleiver. Lelaki keturunan Belanda dan Arab. Hayle bertemu dengannya di sebuah club setelah sebelumnya beberapa kali telpon-telponan.
Malam itu Hayle berkencan dengan Kevin. Lelaki bodoh yang terlihat menyukai Hayle tanpa mempedulikan fisik, tapi sekali lagi Hayle tak menghiraukannya, hatinya terlalu luka dengan lelaki. Hayle pergi berdua Kevin ke sebuah club ter-happening di Jakarta.
Saat sedang minum bersama Kevin di bar, Hayle melihat Ben van Kleiver. Hayle tersenyum simpul. Ben mendatangi Hayle yang sedang bersama Kevin. Ben mencium pipi Hayle kanan dan kiri. Mereka berpelukan. Kevin hanya diam.
Setelah Hayle minum bergelas-gelas Jack Daniels-Cola dan bersloki-sloki Illution, Hayle meninggalkan Kevin dibar sendirian. Hayle mendatangi Ben di dance floor. Mereka berdansa bersama teman-teman Hayle dan teman-teman Ben. Sesaat Hayle merasa sangat gembira being a Jomblo. Bebas. Dia tidak menghiraukan perasaan Kevin yang diam memperhatikannya dari bar. Kevin atau siapapun cuman sampah. Mereka cuman tai tikus untuk Hayle.
Malam berikutnya Hayle berkencan dengan Ben. Mereka menikmati malam yang indah di club yang sama tempat mereka pertama bertemu. Malam itu berakhir di tempat tidur. Ben memeluk dan mencium Hayle dengan lembut. Menyesap lembut bibir Hayle sambil tangannya menggerayangi tubuh Hayle yang hanya berbalut kulit kuning langsat. Hayle menikmati semua yang dilakukan Ben padanya. Hayle menikmati saat Ben menatap matanya sambil tangannya mencengkram punggung dan pinggang Hayle dan berkata "again?"
Terengah-engah mereka saling mengecup, menandakan semua telah usai. hayle menatap mata Ben. Tak ada yg dipikirkan Hayle. Berharap untuk berlanjutpun tidak. Karena sekarang menurut Hayle, laki-laki hanya pantas diporotin dan dinikmati.

No comments: