Dear Gebetan,
Sepertinya aku terlalu malu untuk bilang suka
Dear Pacarku,
Maaf aku terlalu takut untuk bilang cinta
Dear Mantan,
Uh, aku terlalu gengsi untuk bilang rindu
Sepertinya aku terlalu malu untuk bilang suka
Dear Pacarku,
Maaf aku terlalu takut untuk bilang cinta
Dear Mantan,
Uh, aku terlalu gengsi untuk bilang rindu
Ini tahun ke-empat belas aku menyukai seseorang. Namanya Ardo. Aku suka sama dia sejak umur 8 tahun,kelas 3 SD. Sampai tahun ke-13 aku baru berani mengatakan kalo aku suka dia. Itupun melalui testimonial friendster.
Sampai sekarang aku sangat berhati-hati untuk berkata I LOVE YOU kepada pacarku. Menurutku kata Cinta adalah sesuatu yang sangat berat untuk diungkapkan. Bahkan filosofi2 dari siapapun tak akan sanggup aku serap bila berkata tentang cinta.Bahkan untuk membahasnya di dalam paragraf inipun aku malas.
Bilang kangen ke mantanpun merupakan sesuatu yang tabu untuk aku lakukan. Gengsi berat. Bila bukan kita yang memutuskan hubungan, untuk apa bilang kangen? Begitu juga kalo kita yang memutuskan hubungan, untuk apa bilang kangen?
Aku menyadari terkadang ketiga sifat gengsiku ini membuatku tidak bersemangat. tapi untuk apa mengalahkan ego hanya untuk kesenangan sesaat?
Sampai sekarang aku sangat berhati-hati untuk berkata I LOVE YOU kepada pacarku. Menurutku kata Cinta adalah sesuatu yang sangat berat untuk diungkapkan. Bahkan filosofi2 dari siapapun tak akan sanggup aku serap bila berkata tentang cinta.Bahkan untuk membahasnya di dalam paragraf inipun aku malas.
Bilang kangen ke mantanpun merupakan sesuatu yang tabu untuk aku lakukan. Gengsi berat. Bila bukan kita yang memutuskan hubungan, untuk apa bilang kangen? Begitu juga kalo kita yang memutuskan hubungan, untuk apa bilang kangen?
Aku menyadari terkadang ketiga sifat gengsiku ini membuatku tidak bersemangat. tapi untuk apa mengalahkan ego hanya untuk kesenangan sesaat?
No comments:
Post a Comment