Monday, July 10, 2006

Antara senang, lega, sedih, and khawatir

Akhirnya si biang kerok punya pacar juga. Paling nggak dia mengakui kalo deket sama cewek itu. Pertama kali tau, aku merasa plong, lega, and seneng. Eh tapi ada apa nih yang menggelitik di pikiran. Aku cemburu? Hiihihi.. iya.. terbersit rasa cemburu sedikit. Menurutku itu hal alamiah. Wajar terjadi di hati ini ketika cinta masih tertanam. Ada serpihan2 cinta yang mengotori liang kubur perasaanku kepadanya. Namun tak kubiarkan menusukku begitu saja.

Selain itu ada juga perasaan khawatir. Takut dia nggak memperhatikan aku lagi layaknya seorang kakak. Takut perempuan itu adalah cewek matre yang posesif, yang tidak memperbolehkan dia tetap berhubungan denganku. Ow Goood!! Inikah rasanya kehilangan? Pacarku tetap segala-galanya, tapi yang ini.. bagian dari sejarah.

Aku gak mungkin jadi orang seperti sekarang kalo bukan karena dia. Dia, yang mengajarkan aku dewasa, nggak boleh minder, setia, menghargai sesama, hidup sederhana, dll. Dia juga yang membuatku hancur berkeping-keping hingga hampir tenggelam di lembah gelap bersama pelacur2 halus terselubung di kalangan terhormat di pusat kota Jakarta ini. Dia juga, yang selalu membuatku bertindak hati2, dan tentunya dia juga yang bikin aku menangis.

Kata seorang teman yang ditinggal kawin mantan suaminya "Yah.. itulah hidup!" Iya sih.. inilah hidup. Pengalaman sakit dan senang memperkaya pengetuahuanku.

No comments: