Begitu kakiku menginjakan pasir, aku langsung membuka bajuku lalu berlari menabrak ombak. Ombak gila super dasyat! Aku tergulung-gulung dan terseret di pasir. Seluruh tubuhku terbungkus pasir. Namun aku tetap tertawa riang terbahak-bahak. Aku berteriak-teriak memanggil sepupu2ku yang masih di bawah payung putih karena kesialauan n kepanasan, dan tentunya mereka masih terkagum-kagum dengan pemandangan super indah ini.
Setelah lelah 'menembus' ombak, aku kembali ke payung again. Eh.. kok selangkanganku berat ya? Ow Goood!! Sekilo pasir masuk ke dalam baju renangku dan nangkring di my v-spot. Hahaha!! aku terlihat seperti banci yang melipat penisnya ke belakang. Damn! Orang-orang ngetawain aku. Seorang ibu tukang pijit bilang "Masuk aja lagi ke air, keluarin pasirnya di dalem air" dengan logat Bali.
Aku masuk lagi ke air, kali ini aku berenang, bukan maenan ombak. Jadi sebelum ombak pecah aku sudah menembusnya, sehingga tubuhku tidak tergulung ombak. Dengan kata lain "aku berenang dengan gelombang" Hehehe... Sambil mengapung aku mencoba mengeluarkan pasir dari lapisan baju renangku yang di bagian v-spot itu. Yah elah.. susah banget! Tanpa sadar aku sudah terlalu jauh dari daratan. Aku mencoba berenang ke darat. Dengan sekuat tenaga aku berenang. Tapi namanya OMBAK gitu loh.. aku semakin terseret ke tengah. Semakin susah aku berenang. Tiap kali aku berenang ke pantai, tubuhku selalu terseret ke tengah. Aku lelah. Orang-orang terlihat semakin kecil. Kulihat seorang beachboy melambai-lambai ke arahku. Aku mengikuti arus ombak ke pantai, kakiku belum juga menyentuh pasir. Nafasku terengah-engah, aku meminum banyak air laut. "Shit, tau gitu gue gak ngrokok deh.." pikirku. Dadaku mulai sesak. Kakiku pegal. Akhirnya aku diam dan membiarkan gelombang membawaku. Namun aku tak juga mendekat ke pantai. Aku mulai panik, tapi aku gengsi melambaikan tangan pertanda HELP!. Napasku mulai megap-megap. Aku timbul tenggelam.
Tiba-tiba adikku mendekat "Woi! Bego! Berenang donk! Kesini! Jangan Jauh2!"
"Gue gak bisa! Capek!" teriakku sambil melambai memanggil dia mendekat
"Alah.. dasar lo! Hahahaha!!!" Balasnya sambil berenang menjauh.
"Anjing, kurang ajar banget ni anak!" pikirku
"Woi! Fel! Gue bener2 gak bisa! Sumpah gue capek!" teriakku sambil timbul tenggelam. Kemudian dia berenang ke arahku.
"Haiyaaa.. Romeo and Juliet...." Katanya sambil tangannya berusaha menggapai tanganku
Jantungku masih berdegub kencang waktu aku berjalan di pantai menuju payung.
"Jangan jauh-jauh donk.. emang dipanggilin gak liat?!" Kata nyokap
"he.. he.. he.. mau keluarin.. pasir doang.. kok.." Jawabku terengah-engah sambil berusaha menyembunyikan bahwa aku habis kecelakaan
Thanks God!
Thanks Fel!
1 comment:
Post a Comment