Thursday, July 07, 2005

wanita cantik itu

Duduk di lantai 5 sebuah plaza di bilangan Jakarta selatan. Kuhirup caramel latte. Nikmat. Mataku kembali menerawang ke luar kaca di sebelahku. Pandanganku tertuju kepada seorang wanita muda berbaju baby doll putih plus celana jeans lengkap dengan sepatu berhak runcing bermotif bunga pink dan tas biru muda dengan aksen pink di tangannya. Berjalan sendiri menenteng sebuah tas belanja berwarna orange. Kuperkirakan seumuran aku.

"Pasti isinya sepatu", pikirku.

Wanita itu cantik, putih, rambut ikal kecoklatan sebahu. Seketika pandangan kami bertemu beberapa detik. Saat itu seakan-akan bisa kubaca pikirannya. Seperti sebuah slide berisi cerita hidupnya dalam beberapa bulan terakhir ini terlihat di depanku bahkan bisa berkomunikasi denganku. Aneh.

"Seharusnya sekarang di dalam baby doll ini ada sesuatu yang membuncit", kata wanita itu dalam hati.

"Kenapa sekarang gak ada?" tanyaku

"Nama baik keluarga, masa depan gue, nama baik pacar gue, nasib si anak" jelasnya

"Pada saat-saat tertentu itu bisa lebih berharga daripada sebuah nyawa, ya?"

"Seharusnya sekarang perut gue udah buncit, gue udah gendut, di rumah aja, dan bahkan mungkin gue udah dibuang keluarga n gak diterima keluarga laki gue"

"Trus sekarang loe udah mempersiapkan perlengkapan bayi dan baca2 majalah Ayah Bunda"

Kenapa gue malah nambah2in? Bukannya menghibur atau memberi solusi yang baik...

1 comment:

rere said...

"Pada saat-saat tertentu itu bisa lebih berharga daripada sebuah nyawa, ya?"
<---- X( X( X( !!!#$#$%^&*&#@@@!!!