Tuesday, April 19, 2005

Arti Aku

Apakah aku seorang wanita penghibur?
(Harap dibaca baik-baik.. saya tidak membubuhkan tanda petik pada kata wanita penghibur)

"Jangan ganggu dia. Dia sibuk kerja. Nanti kalo kamu udah kerja juga kamu bagitu", kata nyokap gue pas gue cerita keadaan percintaan gue yang kacau beliau.

"Kalo ada waktu ketemu ya ketemu. Kalo gak bisa ya jangan dipaksain. Gampang kan?", kata co gue pas gue omongin keadaan hati gue di bidang percintaan.

"... Padahal gue tuh ngantuk! Gue capek! Gue mau tidur di rumah!", kata co gue dengan nada tinggi di sebuah cafe yang mempunyai menu es krim beragam.

"Hah?! Nggak tuh.. gue bisa ketemu tiap hari sama co gue.. Gak papa tuh.." kata seorang temen gue pas gue tanyain tentang frekuensi dan gaya pacaran dia.

"Yaaah... seminggu 5-6 kali lah ketemunya", kata temen gue yang lain, yang co nya penyanyi band yang baru naik daun. Yang notabene sangat sibuk.


Terkadang aku merasa seperti wanita penghibur.

Aku dibutuhkan saat dia gak ada kerjaan.
Aku dibutuhkan di waktu senggang.
Aku dibutuhkan saat pikirannya sudah mumet dengan pekerjaan.
Aku dibutuhkan untuk memberikan kesegaran dan hiburan untuknya.
Aku dibutuhkan untuk membuatnya tertawa. Sehingga tawaku bisa mengencerkan cairan otaknya dan mengiang-ngiang.. membuat otaknya memprogram bahwa aku bisa menyenangkannya pada saat dia mumet dengan pekerjaan.

Aku tidak dibutuhkan untuk mengingatkannya makan. Karna dia tukang makan...

Aku tidak dibutuhkan untuk mengingatkannya minum obat. Karena dia selalu bilang "udah"

Aku tidak dibutuhkan untuk mengajukan pendapat-pendapatku. Karna mungkin dia pikir aku tidak mampu menyelami jalan pikirannya..

Aku tidak dibutuhkan untuk menenangkannya saat dia memaki-maki orang di jalan raya. Karena suaraku selalu tenggelam dalam suaranya yang menggelegar mengucap "K*nt*L !!"

Aku tidak dibutuhkan untuk memberitahukan apa yang harus dilakukan saat dia tertimpa musibah, baik kecil maupun besar. Karna dia lebih tua dariku dan lebih berpengalaman

Apakah arti aku?

.

3 comments:

mshanur said...

Uh,huh,,, you're right gurl..
gue setuju.. tapi kenapa ga berani berontak? sebagai cewe kita punya hak lagi, ga selamanya cewe ditindas n sbg penghibur spt lo bilang..

~ JNZ ~ said...

mungkin sebaiknya jadikan dia pria penghibur juga supaya dia tahu rasanya...

huhhuhu...

cliche maybe, but communication can be a helpful means in a relationship...

rere said...

hmm atau cari aja pria penghibur... asik kan... saat pacar pada sibuk kerja, meeting, tidur, urusan keluarga, kita tetep ada cowok yg akan setia menghibur kita tanpa tuntutan apapun, cihuiiiii